aku telah terlambat memanggil penyesalan kala pergimu tanpa berkata lagi. kedatanganmu seolah seperti jam pasir dimana kala bulir pasir terakhir itu jatuh, aku masih terlalu bodoh untuk menyadari hadirmu. hingga kini, aku tersadar telah menyiakan setiap butir pasir yg Tuhan anugrahkan lewat sosokmu. biarlah anugrahku pergi, agar kulukis gurat senyum terakhirnya kala itu, sebagai lukisan penyesalan terindahku biarlah anugrahku pergi, biar mengisi jam pasirnya dengan pasir abadinya kembali bersama orang lain yg menyadari kehadirannya. karna kurasa, kebodohan tak selamanya bersanding dengan ketulusan. biarlah ....
original posted by Febri Rahmawati