Untukmu, seseorang yang dalam dirinya dapat ketemukan sepotong hatiku yang lain…..
Ada sepenggal bagian bumi lain disana
Mereka begitu indah, termasyur di seluruh dunia, yang lain bahkan menyebutnya serpihan surga.
Mereka terletak di seberang pulau yang kini sama-sama kita pijak
Diantaranya laut memberi renggangan jarak yang memisahkan
Bukan hanya memisahkan pulau, tapi juga menyeberangi batas-batas kebudayaan yang mencolok dari keduanya.
Saat kau melaluinya mungkin kau akhirnya sadar, selalu ada mata rantai atas segala perbedaan. Segala yang berbeda, dulunya dibangun diatas persamaan. Namun Tuhan tak ingin kita hidup tanpa belajar.
Bukankah dunia kita juga dulunya bergabung menjadi satu daratan yang sama? Namun alam terlalu indah untuk kita nikmati sesempit itu…..
Keagungan penguasa mnegarsiteki Pulau seindah itu, mungkin adalah caraNya mendiskripsikan bagaimana Surga itu sesungguhnya. Namun saat kudengar surga yang sesungguhnya berjuta-juta kali lipat keindahannya jika dibandingkan dengan seluruh keindahan di dunia, aku gagal menggambarkannya dalam otakku sendiri, terlalu sederhana jika surga kupandang seperti hamparan laut biru dengan deburan ombak yang tak pernah lupa mengantarkan karang-karang kecil ke pantai.
Tak mampu otak sebagai ciptaan luar biasa Tuhan ini mengimajinasikan keagungan surgaNya kelak.
Namun aku kini berpikir satu yang lain. Taukah kau? Sesungguhnya tak pernah dapat manusia menikmati keindahan dunia tanpa sepotong hatinya yang lain.
Bagiku, sejak kau menyuguhkan segala prosa dirimu, aku percaya bahwa setiap orang memiliki mataharinya sendiri-sendiri. Kiranya kau yang paling kupandang lapang untuk kupercayakan sepotong hatiku yang lain kugantungkan.
Segala riang, elegi, pengharapan ikut aku titipkan padanya untuk kita lalui bersama.
untuk mengapai keindahan sesungguhnya di dunia.....