Aku rindu embun kala kita bersama menghitung titik-titiknya di pagi hari
Aku rindu bulan kala kita bersenandung ria dalam tentram cahayanya
Aku rindu pelangi kala kita sendiri yang melukis spektrum warnanya sambari menunggu rintik hujan terakhir turun
Aku rindu kala kulihat bayangan kita bergandeng erat memainkan peran suka dan nestapa.
Jika saja aku boleh berkata, seluruh dayaku sudah tak mampu lagi memanggil rindu ini satu persatu, tapi ternyata jarak berkata lebih banyak dari yang hatiku akan bicarakan pada rindu.
Kini Aku lelah menerangi luka dengan lenteraku sendiri
Aku terpaksa membenci jiwaku sendiri kala dia sibuk memberi amnesti atas pemikiran-pemikiran pikukku tentang rindu begini.
Jika saja kau tau, daun pun tak ingin gugur sendirian.
Biar saja ku dramakan elegi bersama kepatah aranganku sendiri
Biar saja ku nyanyikan nyiur bersama irama ironiku sendiri
Jika saja kau tau, bulanpun menerangi malam bersama bintang
Atau bangau yang memilih mati, kala separuhnya pergi .....
Original posted by Febri Rahmawati