aku harap kau masih mengingat segala yang kita lewati
aku harap kau selalu mengenang segala yang membuat kita bersaudara tanpa adanya ikatan darah
jika kau perkenankan ku penggalkan setitik cerita itu padamu.
masih ingatkah kau kala kita menciptakan senandung senja dibawah lekukan awan yang kita bentuk dengan imajinasi kita
tumbuh besar bersama dengan tawa dan kekonyolan yang kita ciptakan.
ya, mungkin jika aku memanggil memorimu tentang kita, yang kau sebutkan mungkin hanya tawa dan candda
memang bukan hal yang sulit dan berarti, namun bagaimanapun kau mengelak, justru dua hal itulah yang menggurui kita tentang kedewasaan.
suatu hal yang kini lebih kau pahami dibanding aku
aku mungkin kini lemah dalam hal pendewasaan. hanya karena aku terlalu takut untuk tak lagi dapat mengumbar tawa riangku pada dunia.
aku terlalu khawatir tak lagi dapat sebahagia masa remajaku
itulah sebabnya aku harus bersembunyi kala "dewasa" menyeretku keluar
namun saat melihatmu sedewasa sekarang, aku mulai menyadari bahwa kedewasaan bukanlah soal menghadapi masalah, keseriusan, masalah yang datang bertubu-tubi.
dewasa artinya menghadapi, bijaksana, mampu memilih dan tentunya mampu menjalani.