Pernahkah kau bertanya, mengapa bulan tak membiarkan malam gelap gulita?
Atau mengapa matahari tak membiarkan salju dingin menutupi pohon cemara selamanya?
Atau mengapa lebah tak membiarkan benang sari tak akan pernah jatuh pada putik hingga tak pernah terjadi penyerbukan?
Jika saja kau pernah menanyakannya, mungkin logikamu akan menjawab bahwa semua yang diciptakan oleh-Nya harus menemui takdir yang tak bisa dihindarkan. Yang dengan senang hati atau tidak harus mereka lakukan. Baik itu bermanfaat bagi dirinya, atau hanya bermanfaat bagi orang lain saja.
Mungkin dalam hidupmu, kau pernah harus melakukan sama seperti yang dikakukan bulan, matahari atau lebah. Bahkan tanpa kau ketahui alasaannya. Kau melakukan itu demi mengikuti permintaan segumpal darah dalam dirimu, hatimu
Kadang aku merasa bingung pada hatiku sendiri. Hatiku adalah bagian dari tubuhku sendiri, namun terkadang dengan susah payah aku harus menerjemahkan setiap pilihan hidupku yang telah dipilihkan olehnya. Atau lidahku yang kelu setiap kali ingin mengubahnya dalam kata-kata yang lebih sederhana.
Tapi hanya pada saat air jernih saja kau mampu melihat bayanganmu sendiri bukan? Hatimupun begitu, perlu keikhlasan dan kejernihan dirimu dan pikiranmu untuk dengan mudah mengetahui apa yang hatimu bisikkan padamu. Hingga kau sampai pada jalan persimpangan hidupmu, hatimulah yang akan menunjukkan jalan mana yang kakimu akan melangkah pada kebahagiaan sejati